Penulis : Ronal W. Jigibalom
Judul : SURAT JACK KEPADA LILIA
Yang Mencercah Humanisme, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia di
Tanah Papua
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : 170 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : SURAT JACK KEPADA LILIA: Yang Mencercah Humanisme, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia di Tanah Papua hadir dengan tema romansa dan penderitaan dalam satu tarikan napas sejarah. Ia bukan romansa yang berdiri di atas ilusi tanpa menyentuh kenyataan, dan bukan pula kisah derita yang tenggelam dalam keputusasaan. Di dalamnya, cinta dimaknai sebagai keberanian untuk bertahan, bersuara, dan memperjuangkan martabat kemanusiaan di tengah ketidakadilan.
Surat Jack Kepada Lilia; Yang mencercah Humanisme, Demokrasi dan HAM di Tanah Papua. Hadir dengan gaya tulisan naratif-analitis dan reflektif sebagai medium untuk mempertanyakan Humanisme, Demokrasi dan HAM Di Tanah Papua.
Yang menegaskan bahwa humanisme tidak lahir dari ruang yang steril, melainkan dari pergulatan nyata—dari air mata, kehilangan, dan harapan yang terus diperjuangkan. Demokrasi dan hak asasi manusia bukan sekadar konsep normatif dalam teks hukum, melainkan nilai yang harus dihidupi, dirawat, dan ditegakkan dalam praksis kehidupan sehari-hari.
Buku ini, diawali dengan tulisan reflektif tentang Humanisme yang melihat eksklusivisme Yudhaisme, seraya mempertanyakan posisi sebagai kelompok pilihan Tuhan hingga kelompok lain menjadi (the other’s), yang tidak memiliki posisi yang sama.
Bagian kedua buku ini; menilik demokrasi di Tanah Papua. Yang dinilai penulis sebagai demon cratos, pemerintahan yang dipimpin para demon. Yang membentuk iklim pemerintahan yang korup. dan di akhiri dengan persoalan Hak Asasi Manusia di Tanah Papua. Sebagai bentuk penyelewengan kekuasaan yang menelantarkan rakyat biasa hingga sipil tak bersalah.
Yang menjadi korban dari pada berbagai tindakan-tindak semena-mena dan keputusan politik yang bobrok. Tentu buku ini layak dibaca oleh khalayak umum di Indonesia. Untuk melihat berbagai persolan dengan kacamata reflektif, sebagai wujud kita sebagai manusia sosial (homo socius) bukan homo omini lupus.
Copyrights – madanikreatif.co.id 2022
Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas