Penulis : Chelluz Pahun
Judul : Senja Terakhir di Warloka
Ukuran : 14 x 20Â cm
Halaman : 170 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : “Di atas tanah purba Warloka, cinta bukan tentang siapa yang menggenggam paling erat, melainkan siapa yang berani melepaskan demi sebuah kemuliaan yang lebih tinggi.”
Maherti adalah seorang sarjana pariwisata dengan mimpi setinggi bukit megalitikum di tanah kelahirannya. Ia pulang ke Warloka bukan untuk mencari ketenangan, melainkan untuk membangkitkan martabat desanya yang terlupakan.
Namun, perjuangannya tidak sendirian. Hadirnya Ferdy, seorang fotografer dengan lensa yang mampu menangkap jiwa, membawa warna baru—sekaligus ujian yang meluluhlantakkan ketenangan hidupnya.
Di antara deburan ombak Flores dan pilar-pilar batu basal yang bisu, sebuah perasaan tumbuh subur di celah perbedaan iman yang curam.
Ketika dedikasi Maherti dibalas dengan fitnah dan kehormatannya dipertaruhkan di depan mihrab, ia dihadapkan pada pilihan mustahil: Mengikuti bisikan hati yang fana, atau menjaga kesucian janji pada Tuhan dan tanah leluhur?
Ini bukan sekadar kisah tentang pembangunan desa atau pariwisata. Ini adalah elegi tentang perpisahan yang dewasa, tentang dua punggawa yang sepakat untuk menjadi garis sejajar yang tak boleh bersentuhan di bumi, agar doa-doa mereka bisa bertemu di langit yang sama.
Sepuluh tahun kemudian, sebuah foto di galeri Jakarta akan menjawab segalanya: Apakah cinta yang dikubur demi sebuah kehormatan akan tetap bercahaya, ataukah ia hanya akan menjadi gema yang hilang di ujung musim?
“Sebuah novel yang memikat tentang integritas, pengabdian, dan keberanian mencintai dalam diam.”
Copyrights – madanikreatif.co.id 2022
Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas