Penulis : WAHYU JATI ARYA GUNA, S.H., M. Sos.
Judul : POROS ZIONISME ASIA TENGGARA:
MENELUSURI DOKTRIN GREATER ISRAEL, PAX JUDAICA, HINGGA DILEMA POLITIK LUAR NEGERI RI
Ukuran : 14 x 20  cm
Halaman : 318 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Buku ini merupakan sebuah studi geopolitik dan historis mendalam yang membedah anatomi pengaruh Zionisme di kawasan Asia Tenggara. Di tengah kuatnya sentimen emosional dan polarisasi ideologis mengenai konflik Timur Tengah, karya ini hadir sebagai upaya literasi sejarah yang objektif untuk menjernihkan kabut persepsi yang sering kali mencampuradukkan identitas iman (Yudaisme), gerakan nasionalisme politik (Zionisme), dan entitas negara bangsa (Israel).

Narasi buku diawali dengan peletakan fondasi konseptual yang tajam mengenai visi teopolitik Israel. Penulis membedah evolusi doktrin Greater Israel (Eretz Yisrael Hashlema)—yang secara tradisional berfokus pada ambisi teritorial di Levant—menjadi visi hegemoni global yang lebih kontemporer melalui konsep Pax Judaica. Konsep ini digambarkan sebagai strategi stabilitas regional yang diatur melalui supremasi kualitatif Israel di bidang teknologi siber, intelijen, dan militer, yang kemudian menjadi “pintu masuk” utama bagi pengaruh Zionisme di negara-negara mitra di Asia Tenggara.

Buku ini secara mendetail memetakan spektrum hubungan negara-negara ASEAN dengan Israel melalui studi kasus yang kontras:

  • Singapura: Dibahas sebagai “Little Orange” di jantung dunia Melayu, di mana kerja sama militer rahasia sejak 1965 telah membentuk doktrin pertahanan yang simbiosis.
  • Filipina: Menelusuri “jalur ketergantungan moral” yang unik, berakar pada memori kolektif penyelamatan ribuan pengungsi Yahudi dari Holocaust oleh Presiden Manuel L. Quezon.
  • Vietnam dan Thailand: Menganalisis model “Normalisasi Transaksional,” di mana pragmatisme ekonomi dan kebutuhan akan teknologi alutsista serta pertanian modern mengungguli beban ideologis.

Fokus utama buku ini tertuju pada dinamika di Nusantara. Penulis membongkar jejak sejarah diaspora Yahudi di era Hindia Belanda, termasuk keterlibatan jaringan lokal dalam penggalangan dana Zionis internasional melalui Keren Hayesod. Analisis berlanjut pada paradoks politik luar negeri Indonesia: dari ketegasan anti-kolonial era Soekarno, melalui hubungan rahasia “pintu belakang” era Orde Baru—seperti misi intelijen Operasi Alpha yang mendatangkan jet tempur A-4 Skyhawk—hingga eksperimen diplomasi Gus Dur yang kontroversial.

Bagian akhir buku ini mengupas realitas politik luar negeri Indonesia yang sangat mutakhir (2025-2026). Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia dianalisis tengah menavigasi posisi sulit dalam badan internasional Board of Peace (BoP). Penulis menyoroti dilema antara realisme politik untuk memperkuat posisi tawar ekonomi nasional dengan komitmen konstitusional yang tidak bisa ditawar untuk kemerdekaan penuh Palestina.

“Poros Zionisme Asia Tenggara” bukan sekadar catatan kronologis, melainkan sebuah seruan untuk kedaulatan intelektual dan penegakan keadilan kemanusiaan. Buku ini sangat relevan bagi akademisi, diplomat, analis intelijen, serta pembaca luas yang ingin memahami bagaimana benang merah geopolitik global ditarik di halaman belakang Nusantara.

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas