Penulis : Wahyuningsih
Srikandi Robiatul Crushtyranny
Judul : Melepaskan Rasa Kepemilikan
Ukuran : 14 x 21  cm
Halaman : 144 hlm
Tahun : 2025
Sinopsis : Di zaman modern saat ini, banyak orang berjuang mencari ketenangan. Salah satu cara efektif meraih ketenangan dalam hidup ini adalah “melepaskan”, bukan “menggenggam”. Semakin kita berusaha memiliki dan mengendalikan segalanya, semakin resah dan gelisah. Melepaskan kepemilikan bukan berarti tidak berusaha atau tidak mencintai, tetapi tidak menggantungkan dan melekatkan hati kita kepada sesuatu apapun di dunia ini yang sifatnya sementara dan fana. Ketenangan yang sesungguhnya adalah ketika hati melekat dan bersandar hanya kepada Dzat Yang Abadi, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, Raja dari semua Raja, yaitu Allah Subhanahu WaTa’ala.

Sejujurnya dalam hidup ini kita tidak pernah memiliki apa-apa. Semuanya milik Allah. Kita hanya petugas atau pengelola yang diberikan titipan, bukan owner yang sebenarnya. Kita lahir ke dunia tanpa selembar pakaian, tanpa aksesoris mahal, tanpa gelar, dan tanpa status apapun. Kita datang sebagai “bukan siapa-siapa”, dan “tidak punya apa-apa”. Nanti pun akan kembali kepada Allah dalam kondisi yang sama, meninggalkan semua yang sudah dikumpulkan selama hidup di dunia. Ketika mampu melepaskan rasa kepemilikan, InsyaAllah kita akan pulang dengan hati yang ringan dan jiwa yang tenang, nafsul muthmainnah yang dipanggil Allah dengan rida dan diridai-Nya.

Ide untuk menulis buku ini muncul ketika kami mengalami ujian dari Allah SWT yang mengajarkan kami untuk melepaskan rasa kepemilikan. Tidak mudah, tidak sesimpel mengucapkan kata “semua adalah titipan”. Olehnya itu perlu ilmu, mengasah otak, menghidupkan qalbu, agar kita tahu, mau, dan mampu. Demi ilmu tidak ada kata terlambat, ataupun terlalu cepat, karena sejatinya belajar itu sepanjang hayat. Buku ini hadir untuk menambah ilmu, yang InsyaAllah akan menggugah dan memotivasi pembaca mau, sehingga bertekad untuk mampu mengamalkannya dengan pertolongan Allah SWT. Kemampuan akan lahir dari latihan, mulai dari hal-hal kecil, mulai hari ini, dan dilakukan dengan istiqamah. Semua dibahas tuntas dalam buku ini.

Semakin kuat kita menggenggam dunia, semakin berat saat harus melepaskan, terutama ketika ajal menjemput dan hati masih terikat pada yang fana. Ketenangan sejati lahir dari ketaatan kepada Allah, ketaatan yang memerdekakan. Sebagaimana nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani “Jadikan dunia di tanganmu, jangan di hatimu, agar engkau mudah menggunakannya untuk kebaikan dan mudah pula melepaskannya.” Semoga Allah membimbing dan memudahkan kita melepaskan rasa kepemilikan, sehingga pulang menghadap Allah dalam keadaan husnul khatimah, riang gembira, bersuka cita dengan wajah berseri-seri dan ceria. Aamiin Allahuma Aamiin.

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas