Penulis : Akhmad Solikhin
Judul : Jalan Terjal yang Berujung
Anak Kampung Mengejar Asa
Ukuran : 14 x 20  cm
Halaman : 185 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Novel “Jalan Terjal yang Berujung, Anak Kampung Mengejar Asa”adalah sebuah memoar inspiratif yang mengisahkan perjalanan hidup seorang anak petani dari pelosok desa menuju puncak pengabdian sebagai pendidik. Narasi ini mengikuti jejak sang tokoh utama yang lahir pada tahun 1969 di Dusun Sugihmanik, sebuah desa sederhana di mana kemiskinan materi tidak pernah mampu mengalahkan kekayaan hati dan kedamaian keluarga

Berikut adalah ringkasan jalan cerita novel tersebut:

  • Akar di Tanah Sugihmanik: Sang tokoh lahir sebagai putra sulung dari pasangan Ibu Suripah dan Bapak Senen Moh Ilyas, petani tangguh dan pedagang yang menanamkan nilai ketabahan dan kerja keras. Masa kecilnya dihabiskan dengan membantu orang tua mencari rumput untuk ternak, belajar mengaji di surau, sekaligus berprestasi di sekolah sebagai juara kelas yang memiliki keberanian tinggi untuk mempertahankan harga diri.
  • Pembentukan Karakter: Melalui bimbingan dua guru sekolah dasar, Bapak Sunarto yang penuh kesabaran dan Pak Abu yang visioner, ia belajar bahwa kecerdasan harus dibarengi dengan pengendalian diri. Ia tumbuh menjadi pribadi yang percaya bahwa pendidikan adalah “jembatan harapan” dan eskalator bagi anak desa untuk mengubah nasib
  • Kancah Pengabdian di Rimba Raya: Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia memulai perjalanan sebagai guru PNS di Pulau Beringin, Sumatra. Di sana, ia menjadi pembawa obor pengetahuan bagi anak-anak petani, menghadapi tantangan fisik dengan berjalan kaki lima kilometer setiap pagi menuju sekolah di balik bukit.
  • Dilema dan Pengorbanan: Puncak konflik terjadi saat kabar kelahiran putra pertamanya, menembus rimba Sumatra. Terbelah antara tugas negara dan panggilan sebagai seorang ayah, ia membuat keputusan besar untuk kembali ke Jakarta. Demi bisa pulang dan menghidupi keluarganya, ia tidak segan memikul berkarung-karung petai dan alpukat melintasi Selat Sunda, membuktikan sisi “kuli panggul berhati guru”.
  • Ekspetasi : Di Tengah kesibukan bekerja dan mengurusi keluarga,sang tokoh mampu menaklukan keterbatasan diri dalam waktu dan biaya untuk terus melanjutkan Pendidikan dari Sarjana,Magister sampai Doktor.Dengan kemampuan yang dimiliki sang tokoh utama bahkan bisa”Mendunia”untuk belajar dan membangun networking dengan stakeholder Pendidikan di beberapa negara dan Lembaga dunia.
  • Pesan Moral: Novel ini ditutup dengan refleksi mendalam bahwa kesuksesan sejati bukanlah pada pangkat atau jabatan yang disandang, melainkan pada keutuhan keluarga dan ketulusan dalam mengabdi kepada Ibu Pertiwi. Ia menekankan bahwa menjadi guru adalah panggilan jiwa, namun menjadi ayah adalah janji setia .

Secara keseluruhan, novel ini adalah kisah tentang keberanian seorang pengabdi yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencapai kemuliaan melalui jalur pendidikan .

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas