Penulis : Tomi Paulus
Judul : Embun Yang Menunggu Jatuh Tanpa Suara
Ukuran : 14 x 20  cm
Halaman : 160 hlm
Tahun : 2025
Sinopsis : Setelah kehilangan kedua orang tuanya di waktu yang hampir bersamaan, Didi merasa hidupnya berubah menjadi pagi yang tak kunjung terang. Luka batin yang ia bawa terlalu sunyi untuk dibagikan, namun terlalu berat untuk dipikul seorang diri. Di tengah perjalanan mencari arah baru, ia tanpa sengaja bekerja di tempat konservasi alam yang sebenarnya atas ajakan temannya, sebenarnya ia hanya berpikir bagaimana supaya jauh dari kampung dan tidak kepikiran kedua orang tuanya. Namun, tempat itu tanpa sengaja menjadi sahabat baginya menyembuhkan diri, di mana segala sesuatu hidup dengan ritme yang lebih jujur dan apa adanya.

Di antara jejak dentingan ranting dan napas hangat hewan-hewan yang ia rawat, Didi menemukan bahasa lain dari kesembuhan: kesabaran Gobi, orang utan yang paling akrab dengannya, yang ternyata adalah yatim piatu sepertinya, serta kesunyian hutan yang tidak pernah menuntut apa pun darinya. Persahabatannya dengan para hewan perlahan menuntunnya memahami bahwa setiap makhluk memiliki versinya sendiri tentang kehilangan, dan setiap luka memiliki waktu jatuhnya masing-masing, seperti embun yang menunggu momen untuk merosot tanpa suara.

Ketika masa lalu kembali mengetuk dan pilihan hidup menuntut keberanian baru, Didi harus menentukan apakah ia siap menutup bab lama dan memulai langkah lain menuju dirinya yang baru. Novel ini adalah perjalanan lembut tentang duka, penyembuhan, dan keberanian untuk kembali hidup, setenang embun yang akhirnya berani jatuh.

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas