Penulis : Dr. Imam Safi’i, M.Pd.,
Denmas Amirul Haq, M.Pd.
Judul : Dialektika Budaya & Agama
Pesarean Gunung Kawi
Ukuran : 14 x 20  cm
Halaman : 204 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Buku Dialektika Budaya & Agama: Pesarean Gunung Kawi mengkaji secara mendalam relasi dinamis antara tradisi budaya lokal dan praktik keagamaan dalam konteks masyarakat Jawa. Pesarean Gunung Kawi diposisikan bukan sekadar sebagai ruang ziarah, melainkan sebagai lanskap sosial-religius yang merepresentasikan proses dialog panjang antara nilai adat leluhur dan kesadaran keberagamaan masyarakat. Melalui pendekatan empiris dan reflektif, buku ini menolak pandangan simplistik yang memisahkan budaya dan agama secara diametral, serta menegaskan keduanya sebagai realitas yang saling berkelindan dalam kehidupan sosial.

Secara historis dan antropologis, buku ini menelusuri genealogi Pesarean Gunung Kawi sebagai ruang simbolik yang lahir dari memori kolektif masyarakat. Tradisi ziarah, ritual, dan simbol-simbol budaya dipahami sebagai hasil transmisi nilai lintas generasi yang terus mengalami penafsiran ulang. Dalam kerangka ini, budaya tidak diperlakukan sebagai artefak statis, melainkan sebagai sistem makna yang hidup, adaptif, dan kontekstual, yang berfungsi menjaga kesinambungan identitas serta kohesi sosial masyarakat.

Dari perspektif sosiologi agama, buku ini mengungkap dialektika antara dimensi transendental dan imanen dalam praktik keberagamaan di Gunung Kawi. Ritual-ritual yang dijalankan masyarakat dibaca sebagai ekspresi spiritual yang dibungkus dalam bahasa budaya lokal. Ketegangan antara adat dan ibadah dianalisis secara kritis, dengan menempatkannya pada ranah penafsiran teologis dan sosial, bukan sebagai pertentangan nilai yang mutlak. Pandangan tokoh-tokoh pemikir seperti Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid digunakan untuk memperkuat argumen bahwa tradisi dapat berfungsi sebagai medium refleksi spiritual tanpa menggantikan prinsip tauhid.

Buku ini juga menawarkan pembacaan fiqih sosial dan fiqih tasawuf terhadap praktik ritual di Pesarean Gunung Kawi. Ziarah dipahami sebagai laku ruhani yang mengarah pada tazkiyatun nafs dan taqarrub ilallah, sekaligus sebagai ruang pembentukan ukhuwah dan modal sosial. Melalui analisis ini, penulis menunjukkan bahwa keberagamaan masyarakat Gunung Kawi tidak hanya bersifat individual-spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam menjaga harmoni, solidaritas, dan toleransi di tengah pluralitas makna.

Secara keseluruhan, Dialektika Budaya & Agama menempatkan Pesarean Gunung Kawi sebagai cermin penting bagi pemahaman Islam Nusantara yang moderat, inklusif, dan berakar pada realitas sosial-budaya Indonesia. Buku ini relevan sebagai rujukan akademik dalam kajian sosiologi agama, antropologi Islam, dan pendidikan multikultural, sekaligus sebagai refleksi kritis bagi masyarakat luas dalam memaknai hubungan budaya dan agama secara arif, proporsional, dan berimbang.

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas