Penulis : Fardan Mubtasir
Tanaya Vidya Rahmadani
Anindya Nurlayla Rambe
Judul : Di Balik Sepiring Lalapan
Makanan, Makna, dan Relasi Sosial dalam
Perspektif Etnografi
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : 87 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Berangkat dari sepiring sayuran segar yang kerap dianggap remeh, buku ini mengajak pembaca untuk melihat kembali makna lalapan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya dalam tradisi masyarakat Sunda. Lalapan hadir tidak hanya sebagai pelengkap lauk atau penyeimbang rasa, melainkan sebagai pintu masuk untuk memahami cara manusia berhubungan dengan alam, tradisi, dan sesamanya. Melalui sudut pandang etnografi yang tajam dan membumi, buku ini menyingkap bahwa di balik kesederhanaan mentimun, kol, dan daun kemangi, tersimpan nilai kebersamaan, kesetaraan, kemandirian, serta penghormatan terhadap hasil bumi lokal.
Disusun dari observasi lapangan, wawancara mendalam, dan pengalaman langsung di ruang kuliner rakyat, buku ini membawa pembaca menyusuri dinamika sosial yang hidup di warung makan tradisional. Lalapan dipahami sebagai bahasa budaya yang merupakan sebuah komunikasi nonverbal antara penjual dan pembeli, maupun antara tradisi dan perubahan zaman. Praktik memberi lalapan tanpa biaya tambahan, cara menata dan menyajikannya, hingga respons konsumen saat menyantapnya, semua dibaca sebagai simbol yang mencerminkan nilai sosial dan identitas lokal yang terus dinegosiasikan di tengah arus modernisasi.
Lebih dari sekadar kajian kuliner, buku ini menawarkan refleksi tentang bagaimana makanan sederhana dapat menjadi arsip hidup kebudayaan. Lalapan muncul sebagai medium pewarisan nilai lintas generasi, ruang perjumpaan berbagai latar sosial, sekaligus penanda kuat identitas kultural. Lewat bahasa yang mengalir namun tetap analitis, pembaca diajak melihat bahwa apa yang kita makan dan bagaimana kita memakannya selalu berkaitan dengan cara kita memaknai hidup, kebersamaan, dan tradisi. Buku ini relevan bagi pembaca umum yang mencintai budaya dan kuliner Nusantara, mahasiswa dan peneliti ilmu sosial, hingga siapa pun yang ingin memahami Indonesia dari meja makan rakyatnya. Ia tidak menggurui, tetapi mengajak merenung: bahwa di balik kesegaran lalapan, ada cerita tentang manusia, budaya, dan nilai-nilai yang layak dirawat agar tidak hilang ditelan zaman.
Copyrights – madanikreatif.co.id 2022
Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas