Penulis : Jannus TH Siahaan
Judul : DARI TANAH PAPUA
Harapan Damai Itu Masih Menyala dan Saatnya Menempuh Jalan Damai Dari Tanah Sendiri
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : 172 hlm
Tahun : 2025
Sinopsis : Berangkat dari kumpulan tulisan Jannus TH Siahaan, buku ini menghadirkan narasi yang melampaui batas jurnalisme, menjadi refleksi akademik sekaligus gugatan moral atas cara negara memperlakukan tanah dan manusia Papua. Dengan gaya yang mengalir, argumentatif, dan penuh kedalaman, buku ini menguraikan paradoks otonomi khusus, relasi kuasa pascareformasi, serta wajah ekstraktivisme di Raja Ampat, sambil menyingkap bagaimana struktur kebijakan dan politik Jakarta kerap hadir tanpa ruang dialog dengan orang Papua sendiri.
Otonomi khusus dipotret sebagai proyek janji yang bergeser menjadi instrumen konsolidasi elite, di mana triliunan rupiah dana gagal melahirkan perbaikan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia maupun tingkat kemiskinan. Sementara itu, ekspansi industri tambang khususnya nikel di pulau-pulau kecil Raja Ampat ditampilkan sebagai cermin kolonialisme baru, di mana alam dirusak, masyarakat adat dimarginalkan, dan negara lebih sering bertindak sebagai fasilitator modal ketimbang pelindung publik.
Buku ini juga menyingkap dimensi geopolitik, dari transmigrasi yang dibaca sebagai bentuk settler colonialism ala Lachlan McNamee hingga pangkalan militer Amerika di Papua Nugini yang dapat menjadi variabel penting dalam isu referendum masa depan. Di tengah konfigurasi itu, penulis menekankan bahwa problem Papua tidak hanya bersumber pada kebijakan teknis, melainkan juga pada kegagalan Jakarta untuk memanusiakan orang Papua sejak dari dalam pikiran. Pandangan yang menempatkan Papua sebagai objek eksploitasi dan orang Papua sebagai terbelakang menjadi akar resistensi yang tak pernah padam.
Sebagai karya, buku ini tidak menawarkan solusi instan. Ia menegaskan perlunya reimajinasi relasi politik antara Papua dan Indonesia, dengan membongkar patronase, mengakhiri pendekatan keamanan sebagai pola tunggal, mengakui kedaulatan masyarakat adat, serta membuka ruang deliberasi sejati. Dengan mengutip pemikiran akademis mutakhir, pengalaman sejarah, dan kesaksian lapangan, buku ini menggeser perdebatan Papua dari sekadar persoalan fiskal atau keamanan menjadi persoalan keadilan, pengakuan, dan kemanusiaan.
Dalam tradisi long essay yang reflektif, buku ini mengajak pembaca menimbang kembali keberhasilan negara bukan diukur dari panjang jalan Trans Papua, melainkan dari sejauh mana rakyat Papua merasa dihargai sebagai warga penuh republik ini. Karya Jannus menjadi upaya scholarly untuk memaknai Papua bukan sebagai beban, melainkan sebagai cermin bangsa yang jujur, kritis, dan kadang menyakitkan, tetapi tetap harus ditatap demi keadilan yang lebih utuh.
Copyrights – madanikreatif.co.id 2022
Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas