Penulis : Febri Prasetya
Judul : Cinta yang Tak Pernah Hilang
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : 80 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Kisah ini bermula dari masa SMP, mempertemukan dua sosok yang sangat berbeda Tama dan Emma. Tama dikenal sebagai siswa yang kurang berprestasi, sering diremehkan, dan menutupi rasa minder dengan sikap sok jago. Sementara Emma adalah gadis pintar, berani, dan disegani banyak orang. Di balik perbedaan itu, Emma justru selalu berada di sisi Tama, membelanya bahkan ketika seluruh kelas merendahkannya. Dari kebersamaan yang sederhana belajar bersama, saling memahami, hingga keberanian Tama mengungkapkan perasaan hubungan mereka pun tumbuh menjadi cinta remaja yang tulus.
Memasuki masa SMK, hubungan mereka mulai diuji. Perbedaan lingkungan dan kesibukan perlahan menciptakan jarak. Emma semakin bersinar di lingkungannya dan bertemu Arman, sosok yang tenang, cerdas, dan mulai mengisi ruang di hidupnya. Di sisi lain, Tama justru terjebak dalam krisis diri nilai akademiknya menurun, sikapnya semakin tidak terarah, dan rasa tidak percaya diri membuatnya merasa tidak pantas untuk Emma.
Di tengah keterpurukan itu, hadir Rika, sosok yang mampu menerima Tama apa adanya. Bersama Rika, Tama menemukan kenyamanan yang tidak ia rasakan sebelumnya. Sementara itu, Emma yang semakin dekat dengan Arman perlahan menemukan ketenangan baru, meski tanpa benar-benar melupakan masa lalunya.
Kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi membuat hubungan Tama dan Emma berakhir tanpa kejelasan. Tidak ada perpisahan yang tegas hanya jarak yang semakin lebar hingga mereka berhenti saling mencari. Tama memilih bertahan dengan Rika, sementara Emma melanjutkan hidupnya bersama arah yang berbeda.
Pada akhirnya, kelulusan menjadi titik perpisahan yang sunyi. Mereka saling menatap untuk terakhir kalinya, menyadari bahwa kisah yang pernah begitu dekat kini telah menjadi kenangan. Tanpa kata perpisahan, tanpa penjelasan, mereka berjalan di jalan masing-masing menyisakan satu pertanyaan yang tak pernah benar-benar terjawab tentang apa yang sebenarnya pernah mereka miliki. Memasuki babak baru kehidupan, Emma menjalani hidup sebagai pekerja di kota lain dengan kesendirian yang perlahan membentuknya, sementara masa lalu tetap menjadi bayangan yang belum sepenuhnya hilang.
Copyrights – madanikreatif.co.id 2022
Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas