Penulis : Jannus TH Siahaan
Judul : Arsitektur Konflik dalam Industri Ekstraktif
Kontestasi Kepentingan, Tata Kelola, dan Jalan
Mitigasi Sosial
Ukuran : 14 x 20  cm
Halaman : 174 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Konflik dalam industri ekstraktif kerap dipahami sebagai persoalan hukum, perizinan, atau distribusi manfaat ekonomi. Namun, pengalaman di banyak wilayah menunjukkan bahwa pendekatan tersebut sering kali gagal menyentuh lapisan terdalam konflik, yakni relasi sosial, martabat kolektif, dan mekanisme pengakuan yang hidup dalam masyarakat lokal. Ketika konflik direduksi menjadi sengketa prosedural, luka sosial tidak pernah benar-benar sembuh, dan stabilitas yang dihasilkan bersifat rapuh.

Buku ini menawarkan pembacaan alternatif terhadap konflik pertambangan dengan menempatkannya dalam arsitektur ekonomi politik ekstraksi dan dinamika relasi sosial yang mengitarinya. Dengan menggabungkan kajian konflik, sosiologi hukum, dan antropologi budaya, buku ini menunjukkan bahwa konflik bukan sekadar gangguan operasional, melainkan konsekuensi dari desain tata kelola yang menempatkan aktor industri, negara, dan masyarakat lokal dalam posisi yang tidak setara.

Melalui pembahasan mendalam tentang mekanisme litigasi, keterbatasan hukum formal, serta pengalaman sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang, buku ini memperkenalkan pendekatan mitigasi konflik berbasis etika dan nilai budaya lokal. Konsep kehormatan, empati, dan solidaritas sosial dibaca bukan sebagai romantisme tradisi, melainkan sebagai perangkat institusional yang mampu menjembatani kebuntuan relasi ketika bahasa hukum dan administrasi kehilangan daya pulihnya.

Dengan memperluas cakrawala ke berbagai konteks lokal dan perbandingan internasional, buku ini menunjukkan bahwa mekanisme etika berbasis budaya memiliki padanan lintas masyarakat dan dapat berkontribusi pada desain kebijakan yang lebih peka konteks. Alih-alih menolak hukum formal, buku ini menempatkan mitigasi sosial sebagai fondasi awal sebelum konflik dibawa ke ranah prosedural, sehingga penyelesaian konflik tidak berhenti pada kemenangan hukum, tetapi berujung pada pemulihan relasi dan keberlanjutan sosial.

Ditujukan bagi akademisi, pembuat kebijakan, praktisi industri, serta siapa pun yang berkepentingan pada pengelolaan konflik sumber daya secara berkeadilan, buku ini mengajak pembaca untuk melihat konflik bukan sebagai kegagalan pembangunan, melainkan sebagai cermin dari pilihan-pilihan institusional yang dapat—dan perlu—ditata ulang.

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas