Penulis : Willy Susanto
Judul : Aku Memeluk Ekspetasi Yang Bukan Milikku
Ukuran : 14 x 20  cm
Halaman : 162 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Buku Aku Memeluk Ekspektasi yang Bukan Milikku merupakan sebuah perjalanan reflektif yang mengajak pembaca menyusuri ruang-ruang sunyi dalam diri, tentang lelah yang sering disembunyikan di balik senyum, tentang mimpi yang perlahan berubah arah karena terlalu sibuk memenuhi harapan orang lain, dan tentang diri yang tanpa sadar hidup di bawah bayang-bayang penilaian manusia. Dalam sebelas bagian yang saling terhubung, buku ini berbicara mengenai bagaimana validasi perlahan dapat berubah menjadi candu; membuat seseorang terus berlari, terus membuktikan diri, hingga lupa bertanya apakah semua yang diperjuangkan benar-benar berasal dari hatinya sendiri.

Di tengah banyaknya tuntutan, tekanan, serta suara-suara luar yang memaksa seseorang menjadi “sempurna”, ada banyak jiwa yang diam-diam merasa ingin pulang— pulang dari ekspektasi yang terlalu berat, pulang dari kehidupan yang selalu berusaha
menyenangkan semua orang, dan pulang kepada dirinya sendiri. Buku ini tidak hadir untuk menghakimi luka, melainkan menemani pembaca memahami bahwa tidak semua standar harus dipenuhi, tidak semua penilaian harus dipercayai, dan tidak semua jalan hidup harus mengikuti apa yang orang lain inginkan.

Melalui narasi yang hangat, filosofis, dan penuh perenungan, buku ini menjadi ruang bagi siapa pun yang pernah merasa kehilangan dirinya sendiri karena terlalu lama memeluk ekspektasi yang sebenarnya bukan miliknya. Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang menjadi versi yang paling diterima oleh banyak orang, melainkan tentang berani kembali mengenali diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan menemukan rumah di dalam hati yang selama ini terlalu jauh ditinggalkan.

Di setiap bagiannya, pembaca akan diajak melihat bahwa sering kali luka paling sunyi bukan berasal dari kegagalan, melainkan dari rasa takut mengecewakan orang lain. Ketika hidup terus diukur oleh standar luar, seseorang perlahan kehilangan kesempatan untuk mendengar suara hatinya sendiri. Buku ini mencoba merangkul kegelisahan itu melalui kalimat-kalimat yang sederhana namun dekat dengan kenyataan hidup banyak orang—tentang perasaan tidak cukup, tentang kelelahan menjadi kuat, dan tentang keinginan untuk berhenti sejenak dari dunia yang selalu menuntut lebih.

Lebih dari sekadar kumpulan tulisan reflektif, buku Aku Memeluk Ekspektasi yang Bukan Milikku adalah sebuah pengingat bahwa manusia tidak harus selalu memenuhi semua ekspektasi untuk layak dicintai. Ada saat di mana seseorang perlu belajar melepaskan
beban yang bukan miliknya, menerima dirinya tanpa syarat, dan berjalan dengan langkah yang benar-benar ia pilih sendiri. Karena mungkin, bentuk pulang yang paling menenangkan bukanlah kembali ke suatu tempat, melainkan kembali menjadi diri sendiri.

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas