Penulis : alnh, Adwi Hananto, Annisa Aulia, Evi Nurhayati, Gieska, Hananto Eko Kurniadhi, Haniah Nurlaili, M. Dona Setiawan, Laila Al Hasany, Latif Nur Janah, Natalia Susanti, N. Haryanti, Nicholeta Olivia Riona Putri, O. Y. Martina, Rudiyanto, Sang Sri, Yoto Teguh Pambudi
Judul : KALA SENJA DI SALEM
Ukuran : 14 x 20  cm
Halaman : 426 hlm
Tahun : 2026
Sinopsis : Sebuah tempat bisa menjadi landmark bagi kenangan, harapan, dan perasaan yang bahkan seringkali tak bisa diterjemahkan. Perasaan itu lantas menumbuhkan beragam pemaknaan. Sebab itulah, tempat justru menjadi penghuni bagi hati siapa saja yang pernah mendatanginya.

Gemolong, sebuah kecamatan di ujung barat Kabupaten Sragen adalah ruang-ruang pemaknaan yang dihadirkan sejumlah penulis lewat beberapa cerita pendek dan puisi dalam buku ini. Mereka menghadirkan Gemolong bukan hanya sebagai  rumah, tetapi sejumput memorabilia yang terlalu sayang untuk dinikmati sendirian. Mereka mengajak pembaca menyusuri lorong-lorong Gemolong dari masa silam hingga belakangan. Barangkali, kisah-kisahnya terbaca sederhana, lugas, dan sedikit jenaka. Namun, kejenakaan dan kelugasan itulah yang menjadikan cerita-ceritanya menerbitkan kehangatan akan ingatan dan nostalgia.

Kisah-kisah seperti Broklin, Senyum, Tumpang, dan Prapatan, Bubur di Pojok Trotoar, Parmin Songolas, Antara Bis Surat dan Bus Karanggede, serta Jejak Lelaki adalah cerita berlatar Gemolong dari masa yang dulu hingga sekarang. Penjahit Sepatu, Jalan Patah Hati, Hipokampus, Joging di Jalan Baru Bersama Ibu, Package from Father dan Elegi Senja menghadirkan cerita sentimental tentang arti pisah dan pertemuan berlatar tempat-tempat di Gemolong. Cerita-cerita lain seperti Ayo, Jalan-jalan Keliling Gemolong, Guru Nekat, dan Kartu Keluarga memberikan nuansa segar dan satir akan kondisi dan fenomena masa kini. Semua kisahnya jujur dan apa adanya sebab disuguhkan atas dasar rasa cinta akan tempat di mana para penulis dibesarkan. Cinta itu pula yang terselip dalam larik-larik puisi Gemolong Permai, Prolog, dan Pelan.

Bagi mereka, Gemolong tak hanya tempat, tetapi cinta yang melekat. Gemolong tak hanya latar, tetapi kisah yang mengakar. Gemolong adalah denyut yang membuat segala peristiwanya tak pernah redup.

Copyrights – madanikreatif.co.id 2022

Dapatkan Update info Harga Cetak Terbaru ?

Terimakasih Sudah Berkunjung Kembali Ke Atas